Beberapa hari yang lalu fanpage resmi Tariq Ramadan, seorang profesor dalam bidang studi Islam Kontemporer dari Swiss sempat memposting sebuah foto yang dalam captionnya mengatakan bahwa foto tersebut adalah foto seorang muslim yang dipaksa minum saat menjalani puasa ramadhan oleh polisi di Cina.

Hoax Muslim Dipaksa Minum Oleh Polisi Cina Saat Puasa

Foto tersebut memang bukan editan, namun setelah ditelusuri ternyata foto tersebut sudah beredar sejak lama dan bukan menggambarkan tentang muslim yang dipaksa minum saat puasa melainkan foto penyiksaan terhadap seorang keluarga gereja yang bernama Cai Xiangdong yang dilakukan polisi di Cina tepatnya di wilayah Provinsi Henan pada Agustus tahun 2002.

Sumber: clearwisdom.com


Well, nampaknya menjadi profesor di bidang agama tidak lantas membuat orang menjadi lebih cerdas dan berhati-hati dalam menerima informasi. Mungkin Om Tariq langsung percaya isu hoax ini setelah membaca banyak berita mengenai diskriminasi terhadap komunitas muslim Uighur di Cina Barat.

Terkait hal tersebut, perlu diketahui bahwa pemerintah Cina memang sedikit antipati terhadap segala kegiatan yang berbau agama dan spiritual, dan yang mendapat perlakukan buruk dari pemerintah Cina bukan hanya komunitas muslim Uighur, namun juga umat buddhist di Tibet dan umat kristiani. Saya kurang tahu apa motifnya, namun berdasarkan penuturan kakak ipar saya yang mengajar sebagai dosen disana, hal tersebut dikarenakan pemerintah Cina menganggap kegiatan agama dan spiritual itu tidak bermanfaat, tidak produktif, sehingga dapat menghambat perkembangan ekonomi negaranya.

 

LEAVE A REPLY