Jika Anda seperti 62 persen orang Amerika, maka Anda mendapatkan sebagian besar berita harian dari media sosial. Facebook telah melakukan pekerjaan yang bagus dalam menarik perhatian Anda, tetapi soal memfilter berita hoax, mereka tampaknya masih belum begitu berhasil.

Setiap hari, headline-headline hoax muncul bersamaan dengan kabar-kabar dari sumber berita yang kredibel. Yang lebih parah lagi, kabar palsu dapat memprovokasi dan menarik ribuan like dan share, sehingga sulit bagi pembaca untuk mengetahui apakah suatu berita termasuk hoax atau tidak.

Programer Daniel Sieradski mengamati fenomena ini dan mencari jalan keluarnya. Ia pun menciptakan ekstensi Chrome yang diberi nama B.S. Detector, menurut laporanĀ Mashable. Setelah menginstal plug-in ini, pengguna Facebook akan melihat peringatan merah muncul di atas tulisan yang mengarah pada sumber-sumber yang meragukan. Outlet-outlet yang telah ditandai Sieradski mencakup berbagai situs berita palsu, situs satir, dan sumber-sumber yang tidak dapat dipercaya.

Namun ekstensi ini bukanlah penyaring hoax yang sempurna. B.S. Detector hanya mendeteksi situs, bukan isi dari artikel itu sendiri, dan hanya terbatas pada sumber yang diprogram Sieradski. Tapi ini menjadi awal yang baik bagi para pengguna Facebook untuk bersikap lebih kritis dan skeptis terhadap berita apapun yang muncul di berandanya.

Pihak Facebook sendiri kini mulai menindak konten-konten palsu. Mereka baru-baru ini mengumumkan bahwa situs berita hoax telah dilarang untuk menggunakan jaringan iklan mereka. Namun, para ahli tetap pesimis bahwa Facebook akan mengambil tindakan yang lebih serius terhadap masalah ini dalam waktu dekat.

Sementara itu, ada banyak langkah yang dapat dilakukan pengguna web untuk menghindari penyesatan informasi. Ketika membaca sebuah artikel, periksa kembali hal-hal seperti rincian biografi penulis, kutipan dan referensi, serta laporan asli untuk menilai apakah berita tersebut hoax atau tidak.

Jika Anda masih kurang yakin dengan apa yang baru saja Anda baca, maka segera lakukan pencarian singkat di Google untuk mengonfirmasi kebenaran berita tersebut. Yang pasti, ketika Anda membaca suatu berita di media sosial atau di blog, telusuri dulu kebenarannya sebelum membagikannya ke orang lain.

LEAVE A REPLY